Titik Nadir Kehidupan

Posted: December 7, 2012 in Uncategorized
Tags:

Image

Kehidupan…

inilah sebuah perjalanan panjang yang sedang dialami seluruh anak manusia sebelum sampai pada fase setelah itu ( baca : kematian )

Ada banyak dinamika, retorika, dilema di dalamnya yang membuat makna dari kehidupan itu sendiri menjadi sangat kompleks dan terkadang ambigu.

Proses kehidupan yang ‘tampil’ sangat fluktuatif membuat kita sebagai subjeknya harus pintar-pintar agar tidak terombang–ambing dalam ‘permainannya’ terlebih jika grafik kehidupan itu menunjukkan sebuah garis yang menghubungkan titik tertinggi dan titik terendah dalam satu waktu. Butuh kesiapan ekstra untuk menghadapinya karena hakikatnya, ‘terjun bebas’ dari titik tertinggi menuju titik terendah adalah momentum yang sangat menyakitkan apalagi jika diikuti dengan mental yang ikut jatuh ( namanya kegagalan bertubi )

Berada di titik tertinggi dalam kehidupan tentulah menjadi harapan seluruh manusia di muka bumi ini. Saya rasa tak ada satu pun dari kita menginginkan kehidupan di titik rendah apalagi terendah ( paling rendah ). Kebanyakan manusia akan merasa nyaman dan bahagia jika sudah berada di puncak kehidupan, tentu dalam berbagai aspek. Baik itu tentang finansial, cita-cita, mimpi, pencapaian, percintaan, relasi, bahkan hingga pada level iman dan tauhid. Semua orang tentu akan sangat siap jika semua aspek dalam hidupnya terpenuhi secara maksimal 

Tapi bagaimana jika fase dimana titik terendah itu harus kita hadapi ?

Tak semua orang siap dan berhasil keluar dari titik ini bahkan jika salah strategi bisa-bisa langsung terperosok ke titik nadir.. ya.. TITIK NADIR !!!!

Setiap orang punya batasan–batasana tertentu tentang bagaimana mereka menyikapi dan menanggapi arti dari titik nadir tersebut. Yup,, relatif.. Belum tentu bagi si A kondisi yang dialami si B adalah kondisi terburuk begitu juga sebaliknya.. Setiap orang bebas menempatkan level hidupnya di mana saja.

Dan..

Saat ini, saya merasa ada di titik itu, setidaknya bagi kapasitas saya sebagai seorang mahasiswi tingkat akhir ( sebagai contoh ).

Sebagai mahasiswi tingkat akhir ada banyak sisi yang ”memaksa” saya untuk menyudutkan saya pada titik ini.. Entahlah ini berlebihan atau tidak? tapi yang jelas, kompleksitas masalah yang sedang saya alami benar-benar menjatuhkan saya pada titik terendah itu.

Finansial, emosi, karya, intelektual, spiritual, kepekaan, ruhiyah. Semuanya sulit saya kendalikan hingga akhirnya seluruh sisi dari kehidupan saya saat ini satu per satu ‘collapse’ dan koma

Saya seperti kembali ke titik nol. Tertinggal. Jauh. Sangat jauh…

 

 

Comments
  1. yisha says:

    hmmmmm……….

  2. ~Ra says:

    Yang diinget roda itu berputar. Jadi pas kita di atas mesti inget, suatu saat bisa saja ada di bawah. Pas di bawah ya semangat, biar kita ada usaha bangkit dan sampai di atas.
    😀

    Btw, potonya keren. Aku suka. Kapan-kapan pinjem buat ilustrasi boleh?

  3. sarip2hamid says:

    waw keren posting nya,.,🙂
    Tapi jangan terlalu memposisikan diri pada kondisi seram yang sebenarnya tidak sampai segitunya deh..🙂 ingat Allah swt sesuai dengan anggapan hambanya, so tetaplah menjadi pribadi yang selalu membesarkan pemikiran dan pengharpan dengan selalu bersandar pada Allah swt…

    semangatt…🙂
    Badai pasti berlalu, dan siklus kehidupan akan selalu berputar.😀
    *edisi penyemangat diri sendiri*.,

  4. rico says:

    titik yg sungguh luar biasa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s