Tak Setinggi Mount Everest

Posted: January 28, 2013 in Uncategorized
Tags: , ,

Gambar

Setiap orang pasti punya mimpi besar bukan ? atau mungkin pencapaian-pencapaian dalam hidupnya. Pencapaian yang tidah banyak orang bisa mencapainya.

Mimpi dan pencapaian yang tentu melangit dan kadang membuat orang lain berpikir dan sedikit mengejek : ” Emang kamu bisa ?”

But, everything is possible. Semua tergantung niat, usaha, dan mindset tiap orang. Sebuah mimpi bisa membuat seseorang ‘naik level’ dibanding dengan orang yan tidak punya mimpi karena hakikatnya ketika seseorang sudah punya mimpi maka sesungguhnya dia punya kekuatan dan kemampuan untuk meraihnya. Cepat atau lambat !!

Yaa.. sekali lagi mimpi boleh – boleh saja melangit tapi hati HARUS tetap membumi. Dan tak banyak dari kita yang bisa membuat hatinya untuk tetap rendah diantara mimpi-mimpinya yang kepalang tinggi

Pada postingan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang kisah seorang pendaki gunung dengan segala kerendahan hati dan kebesaran jiwanya..

****

Ada satu kisah menarik yang terjadi di Gunung tertinggi di dunia, yaitu Mount Everest.

Sebuah kisah tentang seseorang yang dengan panggilan hatinya mengantarkan keberhasilan orang lain untuk menggapai mimpinya.

Inilah Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkn buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh, dari negara manakah nama tersebut berasal ? mungkin anda pernah membaca atau mendengar namanya, atau mungkin juga belum. Bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary.

Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia, yaitu Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu para pendaki gunung mendaki gunung Everest. Tenzing norgay menjadi pemandu (Orang Nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 pukul 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan puncak Gunung Mount Everest pada ketinggian 29.028 kaki diatas permukaan laut, dan menjadi orang pertama di dunia yang kemudian menjadi Inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukan Everest mengalami kegagalan.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat Fenomenal, hingga diberi gelar kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II yang baru saja dilantik saat itu.

Di balik keberhasilan Sir Edmund Hillary, Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar. timbul pertanyaan mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary, padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya sampai ke Puncak mount Everest ? seharusnya bisa saja ia orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest, bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua Reporter dunia mewawancarai Sir Edmund Hillary, hanya satu Reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut cuplikan pembicaraan mereka :Reporter : “Bagaimana perasaan anda berhasil menaklukan Gunung Mount Everest, Puncak gunung tertinggi dunia ?”

Tenzing Norgay : “Sangat Senang Sekali”

Reporter : “Anda kan seorang Sherpa (Pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi QAnda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di Puncak Mount Everest ?”

Tenzing Norgay : “ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah lagi mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) menjejakkan kaki nya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Everest, Gunung Tertinggi di Dunia.”

Reporter : “Mengapa Anda Melakukan itu ?”

Tenzing Norgay : “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan Impian saya. Impian saya hanyalah berhasil dan membantu mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya.”

 

****

Itulah pelajaran tentang jiwa besar yang ditunjukkan oleh seorang yang sederhana dari sebuah desa kecil di kaki Gunung Everest bernama Tenzing Norgay.

Ada rasa sesak di dada ketika apa yang menjadi IMPIAN dan MIMPI TERBESAR dalam hidup harus di Ikhlaskan.

Mempersilahkan saudara sendiri untuk melangkah mengambil apa yang menjadi IMPIAN itu bukanlah perkara mudah.

Sepenggal kisah tentang pencapaian yang tinggi ( yang dalam hal ini bisa bermakna denotasi dan konotasi ) . Cita-citanya boleh saja tinggi yaitu bisa menapakkan kaki di puncak tertinggi Everest namun hatinya tak setinggi Everest, tetap rendah dan ikhlas untuk sebuah mimpi besar orang lain

Mulai bercermin pada pendangkalan moral yang mungkin sekarang ini sedang bersemayam dalam diri kita.. Terlebih saya !

Comments
  1. lambangsarib says:

    “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan Impian saya. Impian saya hanyalah berhasil dan membantu mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya.” <—- terharu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s